Page 233 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 233
Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut, dan disaksikan oleh Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman.
Besluit Gouverneur Generaal 8 Agustus 1932 No. 25 Bundel Algemeen Secretarie.
Boggaers, G. 1955.”Singapore and the Opening of the Suez Canal” JMBAS, vol. 28 (I).
Brugman, I.J. 1956. van Chinavaart tot Oceaanvaart: De Jawa-China-Japan Lijn-
Koninkelijk Jawa-Paketvaart Lijnen 1902—1952.
Buku Pegangan bagi Unit Kerja Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional. 1998. Jakarta.
Buku Saku Kabupaten Natuna 2007. 2008. Kerja Sama Bappeda dengan BPS Kabupaten
Natuna.
Buszynski, Leszek. 2012. “The South China Sea: Oil, Maritime Claims, and U.S.—
Tiongkok Strategic Rivalry”. The Washington Quarterly 35(2): 139—156.
Christie, Clive. 2001. Ideology and Revolution in Southeast Asia 1900—1980. Cornwell:
Curzon.
Connely, Aaron L.2017. Indonesia di Laut Cina Selatan Berjalan Sendiri. Lowy
Institute For International Policy.
CSIS. 2017. How much trade transits the South China Sea? Diakses pada 20 Mei 2019
dari https://chinapower.csis.org/much-trade-transits-south-china-sea/.
CSIS. 2019. “How much trade transits the South China Sea?” Diakses pada 31 Juli
2019 dari https://chinapower.csis.org/much-trade-transits-south-china-sea/.
Danusaputro, Munadjat. 1979. Wawasan Nusantara (dalamIlmu, Politik, dan Hukum.
Bandung: Alumni.
Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea. 2002. Diakses pada
31 Juli 2019 dari http://cil.nus.edu.sg/2002/2002-declaration-on-the-conduct-
of-parties-in-the-south-china-sea-signed-on-4-november-2002-in-phnom-
penh-cambodia-by-the-foreign-ministers/.
Deklarasi Djoeanda yang dibacakan pada Upacara Hari Nusantara Kabinet Perdana
Menteri Republik Indonesia Jakarta, Pengumuman Pemerintah mengenai
Wilayah Perairan Negara Republik Indonesia.
Dick, H.W. 1989. Industri Pelayaran di Indonesia: Kompetisi dan regulasi (Terj.)
Jakarta: LP3ES.
216 Sejarah Wilayah Perbatasan Kepulauan Natuna

