Page 25 - Modul Praktik Kebutuhan Dasar Manusia
P. 25
B. Tujuan
Tujuan pengambilan spesimen laboratorium adalah untuk mendapatkan sampel biologis atau
bahan lainnya dari pasien atau objek yang akan dianalisis di laboratorium. Berikut adalah
beberapa tujuan utama dari proses ini:
1. Diagnosis Medis: Spesimen yang diambil dapat digunakan untuk mengidentifikasi
penyakit atau kondisi medis tertentu pada pasien. Misalnya, darah dapat dianalisis untuk
menentukan kadar gula darah atau untuk mencari tanda-tanda infeksi.
2. Pemantauan Kesehatan: Dengan mengambil spesimen secara teratur dari waktu ke
waktu, praktisi medis dapat memantau perkembangan penyakit atau respons terhadap
pengobatan. Contohnya adalah pemeriksaan kadar kolesterol untuk mengontrol risiko
penyakit jantung.
3. Pengobatan: Hasil analisis spesimen dapat membantu dokter dalam memilih
pengobatan yang paling efektif dan aman untuk pasien, berdasarkan karakteristik
individu dan hasil tes laboratorium.
4. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan: Spesimen yang dikumpulkan sering
digunakan dalam penelitian ilmiah untuk memahami penyakit, mengevaluasi efek dari
intervensi medis baru, atau mengembangkan pengetahuan tentang proses biologis.
5. Kepatuhan dan Peningkatan Kualitas: Pengambilan spesimen juga dapat digunakan
untuk memastikan kepatuhan terhadap standar perawatan kesehatan yang ditetapkan
dan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
6. Perencanaan Perawatan: Informasi yang diperoleh dari analisis spesimen dapat
membantu dalam perencanaan perawatan jangka panjang atau penyesuaian rencana
pengobatan.
7. Pencegahan Penyakit: Dalam beberapa kasus, spesimen dapat digunakan untuk
pemeriksaan skrining untuk mendeteksi penyakit atau kondisi sejak dini, seperti skrining
kanker dengan menggunakan tes darah atau urin.
C. Hal yang harus diperhatikan
1. Selalu meminta kesediaan/izin pada pasien untuk setiap pemeriksaan (informed consent).
2. Jagalah privasi pasien.
3. Pemeriksaan harus seksama dan sistematis.
4. Jelaskan apa yang akan dilakukan sebelum pemeriksaan (tujuan, kegunaan, cara dan
bagian yang akan diperiksa).
5. Beri instruksi spesifik yang jelas.
6. Berbicaralah yang komunikatif (kalau perlu gunakan bahasa daerah setempat).
7. Ajaklah klien untuk bekerja sama dalam pemeriksaan.
8. Perhatikanlah ekpresi/bahasa non verbal dari klien.
9. Jangan menyakiti klien.
Modul Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia _Reguler 8_Prodi Sarjana Terapan Keperawatan_2024
30