Page 30 - Modul Praktik Kebutuhan Dasar Manusia
P. 30

Kontradiksi pemasangan infus, yaitu:

                          1.  Inflamasi (bengkak, nyeri, demam) dan infeksi di lokasi pemasangan infus.
                          2.  Daerah lengan bawah pada klien dengan gagal ginjal, karena lokasi ini akan digunakan
                              untuk  pemasangan  fistula  arteri-vena  (A-V  shunt)  pada  tindakan  hemodialisis  (cuci
                              darah).
                          3.  Obat-obatan yang berpotensi iritan terhadap pembuluh vena kecil yang aliran darahnya
                              lambat (misalnya pembuluh vena di tungkai dan kaki).

                       Jenis cairan infus

                       Jenis  cairan  infus  yang  sering  digunakan  dalam  pemberian  terapi  intravena  berdasarkan
                       kelompoknya adalah sebagai berikut:

                          1.  Cairan Kristaloid. Cairan dengan berat molekul rendah (< 8000 Dalton) dengan atau
                              tanpaglukosa,  mempunyai  tekanan  onkotik  rendah,  sehingga  cepat  terdistribusi  ke
                              seluruh ruang ekstraseluler, ada yang mengandung elektrolit (misalnya Ringer Lactate,
                              Ringer’s solution, NaCl 0,9%) atau tidak mengandung elektrolit (misalnya Dekstrosa
                              5%).  Cairan  ini  rata-rata  memiliki  tingkat  osmolaritas  yang  lebih  rendah  dengan
                              osmolaritas plasma. Contoh cairan tersebut adalah: Normal Saline, Ringer Laktat (RL),
                              Dekstrosa, Ringer Asetat (RA).










































                          2.  Cairan Koloid. Cairan dengan berat molekul tinggi (> 8000 Dalton), terdiri dari molekul-
                              molekul  besar  yang  sulit  menembus  membran  kapiler,  digunakan  untuk  mengganti
                              cairan intravaskuler. Mekanisme cairan koloid secara umum memiliki sifat seperti protein
                              plasma sehingga cenderung tidak keluar dari membran kapiler dan tetap berada dalam
                              pembuluh darah, bersifat hipertonik dan dapat menarik cairan dari pembuluh darah.
                              Oleh  karena  itu  penggunaannya  membutuhkan  volume  yang  sama  dengan  jumlah




                     Modul Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia _Reguler 8_Prodi Sarjana Terapan Keperawatan_2024
                                                                                                            35
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35