Page 29 - Modul Praktik Kebutuhan Dasar Manusia
P. 29

PRAKTIKUM 4


                                    PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN


                                                          ELEKTROLIT


                 Topik:
                    1.  Pemasangan infus
                    2.  Menghitung tetesan infus
                    3.  Mengganti cairan infus
                    4.  Perawatan luka infus
                    5.  Penghitungan balance cairan


                   A.  Pemasangan Infus
                       Pemasangan infus adalah pemberian cairan ke dalam tubuh melalui kateter intra vena (IV) ke
                       dalam pembuluh darah vena untuk menggantikan cairan yang hilang atau memenuhi zat-zat
                       makanan. Pemasangan infus merupakan tindakan yang dilakukan dengan cara memasukkan
                       cairan, elektrolit, obat intravena dan nutrisi parenteral ke dalam tubuh.
                       Pemasangan infus sering merupakan tindakan life saving misalnya pada keadaan kehilangan
                       cairan  yang  banyak,  dehidrasi  dan  syok,  merupakan  metode  efektif  dan  efisien  dalam
                       memberikan suplai cairan ke dalam 16 kompartemen intravaskuler. Diperlukan pengetahuan
                       dasar  tentang  keseimbangan  cairan  dan  elektrolit  serta  asam  basa  untuk  memperoleh
                       keberhasilan terapi dan cara pemberian infus secara aman.

                       Tujuan prosedur pemasangan infus adalah:
                          1.  Mempertahankan  atau  mengganti  cairan  tubuh  yang  hilang  yang  mengandung  air,
                              elektrolit,  vitamin,  protein  lemak  dan  kalori  yang  tidak  dapat  dipertahankan  secara
                              adekwat melalui oral
                          2.  Memperbaiki keseimbangan asam basa
                          3.  Memperbaiki volume komponen-komponen darah
                          4.  Memberikan jalan masuk untuk obat-obatan ke dalam tubuh
                          5.  Memonitor tekanan vena central (CVP)
                          6.  Memberikan nutrisi pada saat sistem pencernaan diistirahatkan

                       Indikasi pemasangan infus, adalah:
                          1.  Keadaan emergency (misalnya pada tindakan RJP), yang memungkinkan pemberian
                              obat langsung ke dalam intra vena
                          2.  Memberikan respon yang cepat terhadap pemberian obat (seperti furosemid, digoxin)
                          3.  Klien yang mendapat terapi obat dalam dosis besar secara terus- menerus melalui intra
                              vena
                          4.  Klien yang membutuhkan pencegahan gangguan cairan dan elektrolit
                          5.  Klien yang mendapatkan tranfusi darah
                          6.  Profilaksis sebelum prosedur (misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan,
                              dipasang jalur infus intravena untuk persiapan jika terjadi syok, juga untuk memudahkan
                              pemberian obat)
                          7.  Profilaksis pada klien yang tidak stabil, misalnya resiko dehidrasi dan syok, sebelum
                              pembuluh darah kolaps, sehingga tidak dapat dipasang jalur infus.
                          8.  Menurunkan  ketidaknyamanan  klien  dengan  mengurangi  kebutuhan  injeksi
                              intramuskuler.




                     Modul Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia _Reguler 8_Prodi Sarjana Terapan Keperawatan_2024
                                                                                                            34
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34