Page 33 - Modul Praktik Kebutuhan Dasar Manusia
P. 33

E.  Menghitung balance cairan
                       Keseimbangan cairan merupakan hal yang essensial bagi kesehatan. Tubuh mempertahankan
                       keseimbangan,  biasanya  dengan  proses-proses  faal  (fisiologis)  yang  terintegrasi  yang
                       mengakibatkan  adanya  lingkungan  sel  yang  relatif  konstan  tapi  dinamis.Kemampuan  tubuh
                       untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. Untuk mengetahui
                       apakah cairan di dalam tubuh klien seimbang atau tidak maka dibutuhkan perhitungan balance
                       cairan.Keseimbangan cairan tubuh adalah keseimbangan antara jumlah cairan yang masuk dan
                       keluar. Melalui mekanisme keseimbangan, tubuh berusaha agar cairan setiap waktu berada
                       dalam  jumlah  yang  tetap/konstan.  Ketidakseimbangan  terjadi  pada  keadaan  dehidrasi  dan
                       intoksikasi air.

                       Tujuan melakukan penghitungan cairan adalah:
                          1.  Mengetahui status keseimbangan cairan tubuh
                          2.  Menentukan tingkat dehidrasi klien
                          3.  Memudahkan kontrol terhadap keseimbangan cairan elektrolit
                          4.  Memberikan data untuk menunjukkan efek pemberian diuretik atau terapan rehidrasi
                          5.  Menentukan kebutuhan cairan klien

                       Indikasi perhitungan keseimbangan cairan, dilakukan pada klien dengan:
                          1.  Turgor kulit buruk
                          2.  Edema
                          3.  Tekanan darah sangat rendah/tinggi
                          4.  Gagal jantung kongestif
                          5.  Dispnea
                          6.  Penurunan haluaran urin
                          7.  Infus intravena

                       Jenis cairan
                       Berdasarkan masuk dan keluarnya cairan dari tubuh manusia, cairan dibagi menjadi klasifikasi
                       sebagai berikut:
                       a.  Intake  (cairan  masuk):  cairan  yang  dimasukkan  ke  dalam  tubuh,  antara  lain  minum,
                       kandungan cairan dalam makanan, cairan yang masuk melalui parenteral (cairan infus, volume
                       injeksi, transfusi darah, obat yang diberikan melalui drip infus), makanan cair yang dimasukkan
                       lewat NGT (Naso Gastric Tube) maupun air metabolisme.
                       b. Output (cairan keluar): cairan yang dikeluarkan dari tubuh baik normal maupun abnormal,
                       antara lain urin, pengeluaran abnormal (misalnya faeces cair, muntah, perdarahan, drainase)
                       dan  pengeluaran  yang  tidak  bisa  dihitung  secara  langsung  (IWL/Insessible  Water  Loss).
                       Penghitungan jumlah urine harus dilakukan dengan menampung urine 24 jam bila klien tidak
                       dilakukan pemasangan kateter, biasanya ditampung di botol air mineral dengan ukuran 1,5 liter.

























                     Modul Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia _Reguler 8_Prodi Sarjana Terapan Keperawatan_2024
                                                                                                            38
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38