Page 46 - BAHAN AJAR SENI BUDAYA SMA/MA KELAS X
P. 46
Hubungan seni peran yang dimaksud bahwa seorang pemain
tidak diam saja, duduk tertidur, berdiri kaku, melangkah
seenaknya dan berbuat sekehendak hati tanpa dorongan dan
motivasi yang jelas dalam menciptakan irama permainan
secara bersama dan bekerja sama dengan kehadiran tokoh
dan atau unsur artistik lainnya.
Perlu kamu ingat kembali, inti dari seni teater adanya
peran, pemain, pelaku dengan media utamanya manusia. Inti
dari cerita yang disampaikan tokoh adalah konflik atau
pertentangan yang dijalin oleh susunan cerita dalam
hubungan sebab akibat (plot cerita) dengan mengusung tema
cerita. Adapun tema cerita dimaksud yakni pertentangan;
tokoh utama dengan tokoh yang lainnya (heroic), tokoh
utama dengan dirinya sendiri (psikologi), pertentangan
dengan lingkungannya (sosial) dan pertentangan dengan
keyakinannnya (religi). Tema-tema cerita atau lakon tersebut
menjadi unsur penting dalam membangun dan
mengembangkan seni peran. Unsur-unsur seni peran dapat
dijelaskan berikut ini.
1. Lakon
Kata lakon sama halnya dengan istilah
‘ngalalakon-boga lalakon’ (dalam, Bahasa Sunda),
atau ‘ngelelakon’ (dalam, Bahasa Jawa) artinya
melakukan, melakoni cerita yang dilakukan oleh
seorang tokoh, biasanya tokoh atau pemeran utama
dengan kata-kata (verbal) atau tanpa berkata-kata (non
verbal) dalam suatu peran yang dibawakan.
Kedudukan lakon, cerita atau naskah merupakan
unsur penting dalam seni teater sebagai nyawa, nafas
atau roh dalam menjalin hubungan cerita (struktur
cerita) melalui tokoh atau peran yang dibawakan
seorang pemeran. Lakon, cerita atau naskah teater
42

