Page 44 - BAHAN AJAR SENI BUDAYA SMA/MA KELAS X
P. 44
pemain adalah seperti halnya tanah lempung atau
tanah liat yang siap dibentuk menjadi apa saja.
Artinya, bahwa aktor atau seorang pemain itu sebagai
bahan baku mampu menjadi media melalui kepekaan;
tubuh, rasa dan suara dalam membawakan peran dari
tuntutan lakon (cerita) yang diekspresikan secara
estetis melalui simbol atau lambang audio (suara,
kata-kata), visual (gerak tubuh) dan penjiwaan
(penghayatan peran) di atas pentas.
Dengan demikian kepekaan dan mengolah
kesadaran terhadap unsur seni peran yang
melingkupinya mampu menampilkan perannya sesuai
watak peran dengan takaran pas, sehingga mampu
mengundang pesona, greget, taksu dalam suatu
pementasan. Artinya, dalam seni peran akan dialami
dan ditemukan persoalan takaran atau ukuran dalam
menciptakan irama permainan apakah lebih mengarah
pada “over acting“ atau akting yang berlebihan atau
bersifat “under acting” atau akting dibawah ukuran
atau takaran yang seharusnya, sehingga irama
permainan menjadi monoton, tidak berkembang,
menjemukan, membosankan lawan main dan
penonton.
Dalam seni peran terjadi kebebasan tafsir, orsinil,
bersifat laku jujur atas peran yang diemban para
pemainnya. Peran yang sama dari satu lakon dari
pengarang yang sama, diperankan oleh seseorang
dapat terjadi perbedaan penafsiran dalam
membawakan seni peran . Hal ini terjadi, karena jam
terbang dan pengalaman dalam dunia seni peran yang
berbeda dan itulah membuktikan bahwa dalam dunia
seni peran terkandung nilai kejujuran tanpa
manipulasi. Penghargaan baik tidaknya atau memikat
40

