Page 65 - E-Modul Pembelajaran Informatika Fase E_2_Neat
P. 65
G. HAK ATAS KELAYAKAN INTELEKTUAL
Hak kelayakan intelektual (intelectual property righy) adalah hak yang diberikan kepada pihak tertentu yang
diberikan kepada pihak tertentu yang memberikan kreasi pikiran, seperti penemuan, karya sastra, karya seni,
desain, serta simbol/logo, nama/merek, dan gambar yang digunakan dalam perdagangan. Dalam hal ini, yang dimaksud
pihak tertentu adalah seseorang atau sekelompok orang atau organisasi. Oleh karena itu, hak kekayaan intelektual
atas sesuatu dapat dimiliki oleh seseorang, sekelompok orang secara bersama-sama, maupun suatu organisasi yang
mempunyai badan hukum.
HAKI dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu paten, merek dagang (trademark), rahasia dagang (trade secret), dan
hak cipta (copyright). Masing-masing dari hak kekayaan intelektual ini akan dijelaskan secara terpisah.
Paten
Secara global, paten didefenisikan sebagai kekayaan intelektual yang diberikan kepada pihak tertentu atas
penemuan, yang memungkinkan pemegang paten tersebut melarang pihak lain untuk membuat, menjual, atau
menggunakan penemuan tersebut. Di Indonesia, mengacu kepada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016, yang
dimaksud dengan paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di
bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan
kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
Adapun yang dimaksud dengan invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam kegiatan pemecahan masalah
yang spesifik dibidang teknologi berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau
proses. Dalam hal ini, yang dimaksud inventor adalah seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama
melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan invensi.
61