Page 67 - E-Modul Pembelajaran Informatika Fase E_2_Neat
P. 67

Merek Dagang
                     Bentuk lain dari kekayaan intelektual adalah merek dagang (trademark). Di Indonesia, merek dagang di atur dalam

                undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 pasal 1. Undang-undang tersebut mendefenisikan beberapa terminologi yang
                berhubungan dengan merek dagang.
                     Suatu merek dagang mempunyai jangka waktu berlaku dan dapat diperpanjang dengan beberapa ketentuan.
                Jangka waktu berlaku dan perpanjangan merek dagang di atur pada undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 pasal 35.
                     Membangun merek dagang membutuhkan waktu, usaha dan biaya yang besar. Oleh karena itu, pelanggaran merek

                dagang  sering  kali  terjadi  karena  pelaku  usaha  ingin  mendapatkan  keuntungan  dengan  mudah.  Oleh  karena  itu,
                Undang-undang  nomor  20  tahun  206  pasal  83,  pasal  100,  dan  pasal  102  mengatur  ketentuan  pelanggaran  dan
                tuntutan hukum terhadap pelaku pelanggaran merek dagang.

                    Rahasia Dagang
                     Rahasia dagang adalah jenis ketiga dari kekayaan intelektual yang dilindungi oleh negara. Perlindungan rahasia
                dagang  di  atur  dalam  undang-undang  Nomor  30  Tahun  2000  pasal  1.  Undang-undang  tersebut  mendefenisikan
                rahasia dagang sebagai berikut.


                           Rahasia dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi
                           dan/atau jasa bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha,
                           dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.



                     Selanjutnya, undang-undang Nomor 30 Tahun 2000n pasal 2 sampai pasal 4 memberikan batasan-batasan
                rahasia dagang dan perlindungan atas rahasia dagang. Mengingat nilai ekonomi yang melekat pada rahasia dagang,
                maka undang-undang Nomor 30 Tahun 2000 pasal 13 sampai pasal 15 dan pasal 17 mengatur larangan dan ancaman
                hukum bagi pelanggar rahasia dagang.

                    Hak Cipta (Copyright)
                     Hak cipta (copyright) merupakan jenis keempat dari hak kekayaan intelektual. Di Indonesia, hak cipta dilindungi

                oleh negara yang dituangkan dalam bentuk Undang-undang nomor 28 tahun 2014, menggantikan undang-undang
                nomor 19 tahun 2002 yang di nilai sudah tidak sesuai dengan perkembangan hukum dan keperluan masyarakat.
                     Berdasarkan undang-undang nomor 28 Tahun 2014 pasal 1 didefeniskan hak cipta adalah sebagai berikut.



                           Hak  cipta  adalah  hak  eksklusif  pencipta  yang  timbul  secara  otomatis  berdasarkan
                           prinsip  deklaratif  setelah  suatu  ciptaan  diwujudkan  dalam  bentuk  nyata  tanpa
                           mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


                     Berdasarkan pasal di atas, dapat disimpulkan bahwa hak cipta adalah hak bagi seseorang atau kelompok atas
                sebuah hasil ciptaan untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin kepada pihak lain untuk

                mengumumkan,  memperbanyak,  menggunakakan  karya  ciptannya.  Hak  tersebut  memungkinkan  seseorang  atau
                kelompok untuk menerima keuntungan atau royalti atas penggunaan hasil ciptannya. Hak cipta atas sebuah karya
                cipta diberikan dan di atur oleh negara.









                                                                                                          63
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72