Page 66 - E-Modul Pembelajaran Informatika Fase E_2_Neat
P. 66
Sumber Gambar : https://merek.dgip.go.id/publikasi-merek
Gambar Halaman web Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual,
untuk pendaftaran hak kekayaan intelektual secara online.
Ada tiga jenis paten yang dikenal, yaitu kegunaan (utility), desain dan tanaman. Paten Utility adalah jenis paten
yang paling umum, yang mencakup segala proses, mesin, barang dari hasil produksi pabrik, atau komposisi untuk
menghasilkan materi tertentu, produk baru, atau produksi yang mendapat perbaikan.
Suatu paten dapat diterima dan diakui jika paten tersebut memenuhi kriteria nilai kebaruan (novelty), memiliki
langkah-langkah inventif dan memiliki kegunaan (utility). Memiliki nilai kebaruan (novelty), aritnya paten tersebut
belum pernah diketahui dan ditemukan oleh orang lain sebelumnya. Memiliki langkah iventif, artinya dalam
menghasilkan invensi, inventor harus melakukan langkah-langkah proses tertentu yyang membutuhkan keahlian
khusus. Adapun memiliki kegunaan, artinya objek npaten dapat bermanfaat untuk pihak tertentu atau khalayak umum
Paten yang berupa desain dapat diterima dan diakui jika memiliki nilai kebaruan dan orisinal. Desain yang
digunakan untuk produk-produk keluaran pabrik dapat diberikan hak paten asalkan memenuhi unsur kebaruan dan
orisinal. Adapun paten atas tanaman mencakup penemuan atas varietas baru yang dihasilkan dari pr
Paten
Secara global, paten didefenisikan sebagai kekayaan intelektual yang diberikan kepada pihak tertentu atas
penemuan, yang memungkinkan pemegang paten tersebut melarang pihak lain untuk membuat, menjual, atau
menggunakan penemuan tersebut. Di Indonesia, mengacu kepada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016, yang
dimaksud dengan paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di
bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan
kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
Adapun yang dimaksud dengan invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam kegiatan pemecahan masalah
yang spesifik dibidang teknologi berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau
proses. Dalam hal ini, yang dimaksud inventor adalah seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama
melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan invensi.
Undang-Undang nomor 13 tahun 2016 mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki oleh pemegang paten. Hak dan
kewajiban tersebut dituangkan dalam pasal 19, pasal20 dan pasal 21.
62