Page 48 - BUKU ELEKTRONIK KIMIA BERBASIS KONTEKSTUAL KELAS X SMA/MA
P. 48
batunya, Selanjutnya, bijih logam dipisahkan dengan cara pengapungan dan peanrikan dengan
magnet.
b. Peleburan (Smelting)
Peleburan adalah pengubahan bijih logam menjadi unsur logam. Proses peleburan
disebut juga proses ekstraksi logam, hal ini dikarenakan pada proses peleburan, logam
diekstraksi dari bijihnya dengan cara mereduksinya menggunakan reduktor. Sebagai contoh,
pada pelebutan hematit (Fe2O3) menjadi logam besi (Fe) digunakan aluminium (Al) sebagai
reduktor. Reaksi yang terjadi dikenal dengan reaksi termit. Perhatikan bahwa reaksi ini terjadi
perubahan biloks yang menandakan terjadinya reaksi redoks.
Fe2O3 + 2Al → 2Fe + Al2O3
c. Pemurnian (Refining)
Pemurnian adalah pembersihan logam dari zat-zat pengotor sehingga dihasilkan
logam yang murni. Pemurnian logam dapat dilakukan dengan cara elektrolisis, distilasi, atau
peleburan ulang.
2.4.6 Reaksi Redoks pada Daur Ulang Perak
Logam perak banyak digunakan dalam berbagai industri, seperti perkakas, kerajinan,
dan perhiasan. Perak juga merupakan salah satu bahan kimia yang sering digunakan dalam
kegiatan di laboratorium kimia. Untuk alasan ekonomi dan lingkungan, banyak industri dan
laboratorium kimia yang melakukan daur ulang. Dengna mendaur ulang perak, biaya dapat
dihemat sekaligus menjaga lingkungan dari limbah perak. Proses pendaurulangan perak
melibatkan reaksi redoks sebagai berikut.
2+
+
Cu (s) + 2Ag (aq) → Cu (aq) + 2Ag (s)
Perak didaur ulang dengan cara menambahkan logam Cu sebagai oksidator sehingga
+
Ag akan tereduksi menjadi logam Ag.
KIMIA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK KELAS X SEMESTER II SMA/MA 40