Page 37 - buku 2 Cerita Banjar Angkah
P. 37

dan ayam. Demikian pula halnya dengan keluarga Pan

            Bekung.

                 Sungguh senang hati Pan Bekung dan Men Bekung


            mendapatkan  anak  gadis  yang  sangat  cantik.  Mereka

            sangat memanjakan anak angkatnya. Dia tidak diizinkan

            ikut bekerja berat di ladang ataupun di sawah. Tugasnya


            hanya mengurus rumah tangga, memberi pakan ternak,

            dan menunggu jemuran hasil panen.


                 Pada  suatu  hari  ketika  musim  panen  tiba,  gadis

            cantik tersebut disuruh ibunya menunggu padi yang

            sedang  dijemur  sebelum  ditaruh  di  lumbung  atau


            ditumbuk  menjadi  beras.  Padi  itu  dijemur  di  halaman

            rumah.


                 Luh Jegeg artinya ‘Luh cantik’ begitu panggilan Men

            Bekung kepada anaknya. “Luh Jegeg, Ibu mau menjemur

            padi yang baru kita panen. Jagalah padi itu agar tidak






                                          29
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42