Page 41 - buku 2 Cerita Banjar Angkah
P. 41

matahari, tolong jemur gabah kita, ya, Nak,” kata Men

            Bekung.

                 “Baiklah, Bu. Ibu tidak usah khawatir. Nanti saya


            jemur.  Ibu  dan  Bapak  pergi  saja  ke  ladang,”  jawab

            anaknya.

                 Setelah itu, Men Bekung dan suaminya berangkat ke


            ladang. Di sepanjang jalan mereka asyik membicarakan

            keberuntungannya memiliki anak yang baik dan cantik.


            “Pak, sungguh beruntung kita memiliki anak gadis yang

            baik. Walaupun bukan anak kandung, ia sangat berbakti

            kepada orang tua,” kata Men Bekung.


                 “Kita harus bersyukur karena Ida Sanghyang Widhi

            Wasa  telah  mendengar  doa-doa  kita  untuk  memiliki


            seorang  anak.  Kita  tidak  perlu  susah-susah  merawat

            anak itu dari kecil. Tuhan mengirimkan anak itu kepada

            kita ketika ia sudah besar dan sudah pintar bekerja,”


            sahut Pan Bekung dengan bangganya.


                                          33
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46