Page 46 - buku 2 Cerita Banjar Angkah
P. 46

Diceritakan si Gadis Cantik yang tinggal sendirian

            di rumahnya. Matahari telah terbit sepenggalah. Ia pun

            teringat dengan kewajibannya untuk menjemur gabah.


            Gabah-gabah dalam keranjang bambu dikeluarkannya

            untuk  dijemur  di  halaman  rumah.  Tidak  beberapa

            lama ayam-ayam piaraannya pun mulai berdatangan.


            Oleh karena sudah terbiasa memangsa ayam, si Gadis

            Cantik merasa lapar ketika melihat ayam-ayam itu. Dia


            mulai mengejar ayam-ayam peliharaannya. Ayam yang

            tertangkap  olehnya  langsung  dimakannya  mentah-

            mentah. Setelah merasa kenyang, ia pun melanjutkan


            tugasnya. Dengan tekun ia menunggu gabah jemurannya

            sampai kering.


                 Sore hari ketika orang tuanya pulang dari ladang

            si Gadis Cantik sudah selesai menjemur gabah

            dan menjalankan tugas rumah tangga lainnya. Ia


            sudah terlihat bersih dan rapi karena sudah selesai


                                          38
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51