Page 49 - buku 2 Cerita Banjar Angkah
P. 49
Pada suatu hari Men Bekung memergoki anak
gadisnya sedang menangkap ayam peliharaannya.
Tanpa merasa curiga, Men Bekung tetap melanjutkan
pekerjaan rumahnya. Sungguh kaget dan terkejutnya
ia ketika melihat anak gadisnya memakan ayamnya
mentah-mentah. Namun, Men Bekung masih menutup-
nutupi masalah itu kepada suaminya.
Lama-kelamaan gadis itu bertambah dewasa.
Sifat dan ciri-ciri keraksasaannya mulai terlihat. Kaki
dan tangannya mulai tumbuh bulu yang lebat. Gigi
taringnya juga mulai muncul. Suatu ketika orang tua
angkat si gadis itu menyuruh anaknya memberi pakan
pada ternak babi piaraannya yang masih kecil.
“Luh, Luh, tolong Ibu untuk memberi makan babi
kita,” kata Men Bekung kepada anaknya.
“Baiklah, Bu,” kata anaknya dengan cepat
menjalankan perintah ibunya.
41