Page 47 - buku 2 Cerita Banjar Angkah
P. 47

membersihkan diri. Sungguh senang hati orang tuanya

            memiliki anak gadis yang cantik dan rajin.

                 Keesokan harinya ketika pagi tiba, ayam-ayam


            piaraan Men Bekung mulai berkerumun di dekat dapur.

            Ia  pun  memberi  makan  ayam-ayamnya.  Men  Bekung

            bertanya-tanya  dalam  hati,  mengapa  ayam-ayamnya


            banyak  berkurang  atau  hilang.  Ia  memanggil  anak

            perempuannya.


                 “Luh, Luh, mengapa ayam-ayam kita tinggal sedikit?

            Kemarin masih banyak. Apakah ada ular atau musang

            yang memangsanya?” tanya Men Bekung kepada anak


            gadisnya.

                 “Saya tidak tahu, Bu. Saya tidak pernah


            memperhatikannya,” jawab anaknya. Sambil memasak

            di dapur, Men Bekung terus memikirkan ayam

            peliharaannya yang hilang.






                                          39
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52