Page 42 - buku 2 Cerita Banjar Angkah
P. 42

“Ya, Pak, kita beruntung. Ayo kita percepat langkah

            kita agar lebih cepat sampai di ladang,” ajak Men

            Bekung.


                 “Ayolah, Bu, masih banyak yang harus kita kerjakan

            di ladang,” jawab suaminya.

                 Mereka pun bergegas mempercepat langkahnya


            menuju ladang. Sesampainya di ladang, mereka mulai

            bekerja. Mereka menanam jagung, pisang, dan sayur-


            sayuran. Sambil berkebun pun mereka masih membahas

            anak gadisnya.

                 “Pak, di satu pihak kita beruntung mendapatkan


            anak gadis yang cantik dan pintar. Di pihak lain kita

            akan kehilangan anak kita karena dia akan menikah.


            Dia akan diambil orang. Kita akan kembali kesepian dan

            tinggal berdua saja di rumah,” kata Men Bekung.

                 Pan Bekung menjawab dengan bijaksana, “Itu ‘kan


            sudah jalan hidup seseorang yang sudah ditentukan


                                          34
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47