Page 50 - buku 2 Cerita Banjar Angkah
P. 50
Si Gadis Cantik itu segera pergi membawakan pakan
babinya di belakang rumah. Mungkin karena naluri
keraksasaannya mulai tumbuh, dia pun melihat babi
piaraannya sebagai makanan yang lezat. Gadis itu pun
tidak jadi memberi pakan pada babinya. Dengan sigap
dia menangkap babi yang masih kecil itu dan memangsa
dengan rakusnya.
Mendengar babinya ribut, Men Bekung menunda
pekerjaannya dan pergi menuju kandang babinya.
Alangkah terkejut dan kagetnya ia saat memergoki
anak kesayangannya memangsa babi peliharaannya.
Pada saat itulah Men Bekung dan Pan Bekung baru
percaya sepenuhnya bahwa anak pungutnya bukanlah
manusia biasa. Dia adalah anak siluman raksasa yang
sangat berbahaya. Mereka merasa ketakutan dan
segera melaporkan hal itu kepada kepala dusun dan
42