Page 35 - EBOOK ASAM BASA BERKONTEKS GREEN CHEMISTRY DAN SOCIO SCIENTIFIC ISSUES (SSI)
P. 35
Kesetimbangan Air
Salah satu sifat khusus dari air adalah kemampuannya bertindak sebagai asam atau
basa. Kemampuan tersebut dikenal sebagai amfoterik karena zat tersebut dapat
berperilaku sebagai asam atau basa. Air dapat bertindak sebagai basa saat bereaksi
dengan asam, seperti HCl dan CH₃COOH, dan bertindak sebagai asam saat bereaksi
dengan basa, seperti NH₃. Air merupakan konduktor listrik yang buruk karena tergolong
dalam elektrolit yang lemah, tetapi air dapat mengalami ionisasi dalam tingkat yang kecil.
Reaksi ini disebut sebagai reaksi autoionisasi air yang melibatkan transfer proton dari
satu molekul air ke molekul air lainnya dan menghasilkan ion H⁺ dan ion OH⁻.
H₂O(l) ⇌ H⁺(aq) + OH⁻(aq)
Reaksi autoionisasi air mengarah pada kesetimbangan yang dikenal dengan tetapan
kesetimbangan air (tetapan ionisasi air) atau Kw, yang dapat dinyatakan dalam
persamaan berikut ini:
Ingatlah!!
Kw = [H⁺] [OH⁻] konsentrasi air atau
[H₂O] dihilangkan dari
ekspresi konstanta
keseimbangan karena air
adalah cairan murni (l)
Sehingga, konsentrasi H⁺ dan OH⁻ dapat dihitung dengan cara:
Kw Kw
[H⁺]= [OH⁻]=
[OH⁻] [H⁺]
Pada suhu 25°C dalam air murni, nilai konsentrasi H⁺ sama dengan konsentrasi OH⁻
yaitu sebesar 1,0 x 10⁻⁷ M atau [H⁺] = [OH⁻] = 1,0 x 10⁻⁷ M. Sehingga dari persamaan
reaksi, dapat diketahui bahwa:
Kw = (1,0 x 10⁻⁷) (1,0 x 10⁻⁷)
Kw = 1,0 x 10⁻¹⁴
35