Page 28 - Ebook Literasi Digital dalam Penggunaan Media Sosial
P. 28
“Nih ya Poppy aku kasih tahu, media sosial itu
bukan tempat untuk membandingkan diri.
Kamu dengan Sherina atau siapapun yang
nanti akan muncul dalam beranda media sosial
kamu jelas berbeda. Dari mulai kelebihan,
kesukaan, minat, hobi, bakat, bahkan jalan
hidup kalian semua itu berbeda. Jadi sama
sekali gak keren kalau kamu justru
membandingkan diri dengan orang lain karena
kalian kan jelas berbeda. Apa yang harus
dibandingkan?”
“Tidak salah kalau Sherina atau siapapun termasuk kamu membagikan hal-hal yang dicapai atau
dimiliki di media sosial. Yang salah itu jika para pengguna media sosial yang lihat unggahan itu
merasa iri dan mulai membandingkan dirinya.” sambung Flo.
Poppy yang sudah bosan mendengar Flo yang berkhutbah entah untuk keberapa kalinya di hari ini
berkata, “Iya iya Flo aku tahu kok.”
Flo kembali melanjutkan, “Belum selesai aku. Jadi begini ya, kalau soal prestasi, kamu melihat
prestasi orang lain di media sosial, kamu jadiin itu motivasi buat kamu. Kamu harus berpikir kalau
kamu juga bisa berprestasi tapi tentunya dibidang yang kamu suka. Tapi kalau itu soal fisik atau
kehidupan pribadi, jangan pernah kamu merasa iri. Seperti yang aku bilang tadi, setiap orang itu
berbeda. Setiap manusia itu unik. Jadi tidak perlu merasa iri.”
“Benar sekali. Rasa iri, tidak percaya diri itu hanya akan menjatuhkan mental. Belum lagi nanti
rasa benci yang akan muncul di hati. Wah bisa-bisa nanti hidupnya gak akan pernah tenang.
Karena selalu merasa kurang dalam dirinya dan merasa was-was. Jadinya gak bersyukur dong
kepada sang pencipta karena gak pernah bisa melihat kelebihan diri sendiri, selalu saja
membandingkan sama orang lain.” sambung Ibu tiba-tiba.
Poppy langsung memeluk Ibu dan meminta maaf karena sempat berpikir bahwa dirinya tidak
seberuntung Sherina hanya karena melihat akun media sosial Sherina.
“Gak apa-apa kok sayang. Yang terpenting mulai sekarang jangan berpikir seperti itu lagi ya.
Kamu sangat beruntung loh Poppy memiliki Ibu yang cantik dan pintar, ayah yang perhatian
dengan keluarganya, ditambah kakak yang baik dan bijak. Jadi Ibu gak perlu mengundang
motivator deh untuk memotivasi kamu. Cukup panggil Flo saja ya.” ucap Ibu jemawa.
Poppy dan Flo tertawa mendengar gurauan Ibu.

