Page 25 - Ebook Literasi Digital dalam Penggunaan Media Sosial
P. 25
Flo melanjutkan, “Jadi rulenya seperti ini, buat
content, share di media sosial, tutup media
sosial, lalu buat content lagi dan terus
berulang. Nah anggap saja like dan komentar
dari pengguna media sosial itu bonus buat
kamu. Yang terpenting kan media sosial kamu
berisi hal-hal yang baik dan gak menyimpang.
“Gak begitu Flo maksud aku. Maksud aku tuh…”
Kamu tahu gak sih Pop sekarang ini tuh banyak
Belum selesai Poppy berbicara, Flo yang kini
pengguna media sosial yang memposting hal-
duduk disampingnya langsung berujar “Loh tadi
hal yang tidak baik, menyimpang, dan tidak
kamu yang bilang kalau kamu butuh like dari
sesuai fakta hanya agar mendapat perhatian
mereka supaya semangat posting lagi. Berarti
dari pengguna lain. Nah yang lebih parahnya
tujuan kamu ya yang seperti aku bilang tadi.
lagi, mereka memang mendapat banyak
Untuk mendapat perhatian.”
perhatian dan komentar dari pengguna lain tapi
kalau kamu lihat isi komentarnya itu dipenuhi
Poppy yang kesal dengan Flo langsung berucap
komentar buruk dan hujatan. Dan pengguna itu
keras, “Iya emang iya aku butuh perhatian. Aku
jadi dikenal dan dipandang buruk sama
butuh pengakuan mereka kalau foto yang aku
pengguna lainnya.”
unggah itu cantik juga tulisan yang aku unggah
itu keren.”
“Tapi kan aku gak seperti itu Flo. Aku unggah
hal-hal yang baik kok.” bela Poppy.
Jika Flo membalas omongan Poppy dengan keras
pula, maka yang terjadi selanjutnya hanya ada
“Memang begitu awalnya. Tapi kalau kamu
dua kemungkinan. Kemungkinan pertama
terus menerus memikirikan like dan komentar,
mereka akan bertengkar dan berujung Poppy
kamu akan mencari cara agar postingan kamu
yang menangis. Atau kemungkinan kedua, yaitu
dipenuhi like dan komentar. Kamu bisa
Poppy langsung menangis dan berujung Flo yang
membuat postingan yang terkesan supaya
akan disalahkan. Jadi untuk mencegah terjadinya
mendapat perhatian. Kalau postingannya
dua kemungkinan itu, Flo berbicara dengan nada
terkesan baik sih gak masalah, tapi kalau buruk
yang terdengar sebaik dan selembut mungkin
itu yang jadi masalah.”
supaya adiknya mengerti dan tidak menangis
pastinya.
Poppy terkesan dengan apa yang Flo ucapkan.
Kakaknya itu memang paling bisa membuka
“Poppy, kamu gak bisa memaksa semua
pikiran Poppy yang terkadang melenceng ini.
followers kamu untuk menyukai apapun yang
Kini Poppy tersadar bahwa interaksi, like, dan
kamu unggah. Kamu cukup mengunggah apapun
komentar itu bukanlah suatu keharusan dalam
yang kamu suka dan menurut kamu bagus.
media sosial. Yang terpenting ialah bagaimana
Selama itu hal baik dan benar maka tidak akan
unggahan yang kita buat memiliki makna dan
ada masalah. Anggap media sosial sebagai
bisa menginspirasi para pengguna media sosial
media untuk menyalurkan kreativitas kamu.
lainnya.
Apalagi kamu kan pintar buat quotes dan puisi.
Kamu bisa jadikan media sosial sebagai media
untuk menyalurkan hobi kamu.”

