Page 32 - BUKU DIGITAL MODEL RANDAI PERUBAHAN LINGKUNGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUMATERA BARAT_Neat
P. 32
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Rimbo Tolang telah ditetapkan sebagai hutan adat oleh
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Mei 2019. Sama
halnya dengan Rimbo Ubau yang luasnya 17 hektar. Jadi, total hutan
adat di Nagari Koto Besar adalah 35 hektar. Kawasan hutan adat yang
seluas 35 hektare di dua lokasi itu, sudah menjadi kearifan lokal
karena masyarakat setempat menjaganya secara turun temurun sejak
nenek moyang ratusan tahun silam.
Gambar 22. Tuanku Manaro, Juru Kunci Rimbo Tolang di Kabupaten Dharmasraya
(Gunawan, 2019).
2. Rimbo Larangan Paru
Rimbo larangan yaitu hutan yang menurut aturan adat tidak
boleh ditebang karena fungsinya sangat penting untuk berbagai
keperluan, selain itu kayu yang tumbuh di hutan merupakan
pelindung bagi masyarakat yang bermukim di sekitar hutan dari
bahaya tanah longsor. Apabila di antara warga membutuhkan kayu,
maka harus meminta izin terlebih dahulu kapada aparat Nagari
melalui para pemangku adat untuk menebang kayu yang dibutuhkan.
AWAL AKHIR 16
DAFTAR ISI