Page 42 - BUKU DIGITAL MODEL RANDAI PERUBAHAN LINGKUNGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUMATERA BARAT_Neat
P. 42
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Daerah perkotaan yang banyak kegiatan industri dan lalu lintas
yang padat mengakibatkan pencemaran udara oleh gas CO. Sedangkan
daerah pinggiran kota atau desa, cemaran CO di udara relatif lebih
sedikit. Hal ini berkaitan dengan adanya tanah yang masih terbuka
(belum ada bangunan) di daerah perdesaan yang dapat membantu
penyerapaan gas CO oleh mikroorganisme di dalam tanah.
b. Nitrogen oksida (NO dan NO2)
Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx, karena nitrogen
oksida mempunyai 2 macam bentuk yang sifatnya berbeda, yaitu gas
NO2 dan gas NO. Sifat gas NO2 berwarna dan berbau, sedangkan gas
NO tidak berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO2 yaitu merah
kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung. Sebagian besar emisi
NOx yang dibuat manusia berasal dari pembakaran arang, minyak, gas
alam dan bensin. Gas ini jika terpapar pada manusia dalam jumlah
yang banyak dapat menyebabkan paru-paru bengkak dan dapat
mengakibatkan kematian.
c. Sulfur oksida (SO2 dan SO3)
Gas belerang oksida atau sering ditulis dengan SOx, terdiri dari
gas SO2 dan gas SO3 yang keduanya mempunyai sifat berbeda. Gas SO2
berbau sangat tajam dan tidak mudah terbakar dan berbahaya bagi
penderita penyakit peranapasan kronis, sedangkan gas SO3 bersifat
sangat reaktif. Transportasi bukan merupakan sumber utama polutan
SOx tetapi pembakaran bahan bakar, misalnya pembakaran batu
arang, minyak bakar, gas, kayu dan sebagainyalah yang menjadi
sumber belajar polutan SOx.
d. Partikel
Partikel terdiri atas beberapa bentuk seperti aerosol (partikel
yang melayang di udara), fog (kabut) dan smoke (asap) yang dapat
mengganggu sistem pernapasan. Partikel ini dapat muncul akibat
AWAL AKHIR 26
DAFTAR ISI