Page 24 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI AGUSTUS 2021_Neat
P. 24

KOLOM IBU


            man WhatsApp darinya.               seperti gudang sembako.
               “Umi yakin mau tes?, Kalau positif   Dalam sesaknya dada dan suhu
            bagaimana?,”  Tanya  suamiku.  “Kalau   badan yang tidak stabil, malam
            negatif alhamdulillah, kalau positif kan   demam pagi dingin menggigil, aku ber­
            kita bisa melakukan langkah selanjut­  syukur karena Allah berikan rezeki be­
            nya.” Jawabku. “Tapi, biayanya dari   nar­benar dari tempat dan cara yang
            mana mi”, suamiku kembali bertanya.   tidak kami sangka. Saking banyaknya
            “gak tahu, heheh.” (Semoga ada, dalam   kiriman makanan dan buah, kami bisa
            hatiku bergumam).                   memberi kepada tetangga yang lebih
               Siang  harinya di hari  keempat,   dahulu terinfeksi virus Corona.
            petugas rumah sakit datang ke rumah    Selain makanan, beberapa macam
            untuk memeriksa kami berdua aku dan   herba pun dikirim dari teman­teman
            anakku. Ada khawatir, tapi aku yakink­  dari mulai madu, habbats, qusth al­
            an apapun itu hasilnya semua adalah   hindi, sampai garam Himalaya. Saya
            takdir.                             dalam keadaan punya uang pun tidak
               Garis dua tanda positif  tergambar   terpikir membeli garam Himalaya yang
            jelas di alat tes milikku dan anak gadi­  mahal itu, alhamdulillah justru dalam
            sku artinya kami terkonfirmasi virus   kondisi tidak ada sama sekali dana
            Covid-19. Petugas menenangkan, dan   untuk  membeli  garam dapur,  garam
            menyampaikan  untuk  melakukan  iso­  Himalaya itu datang dengan mudahn­
            lasi mandiri dengan menjaga asupan   ya. Susu, minuman segar, aneka Snack
            makanan.                            pun melimpah, anak­anak bukan main
               Berita ini kusampaikan kepada kel­  senangnya, karena mereka tidak boleh
            uarga dan orang­orang terdekat, juga   keluar sama sekali tapi stok jajanan
            kepada pengurus RT setempat.        tersedia.
               Awal mendapatkan hasil, mentalku    Konfirmasi terisinya saldo pun be­
            sempat  down,  tidak menyangka aku   berapa kali aku terima, awalnya berikir
            dan anakku yang sehari­hari di rumah   bagaimana untuk membayar tes akh­
            tidak luput dari virus yang sedang mer­  irnya Allah berikan kami rezekinya dari
            ajalela itu. Selain itu aku juga berpikir   seorang teman yang jauh dan saya ti­
            bisakah aku sembuh, bagaimana untuk   dak sangka sama sekali.
            menjaga asupan makanan yang bernu­     Di hari ke empat belas selesai isola­
            trisi uang saja sudah tidak ada. Begit­  si mandiri, walaupun dada masih agak
            ulah lemahnya cara manusia berfikir,   terasa berat, tapi dokter menyam­
            betapa kita tidak punya kemampuan   paikan  sudah  bisa  untuk  berinteraksi
            apa­apa ketika kita menyandarkan se­  lagi dengan keluarga, dan alhamdulil­
            gala masalah pada diri kita, padahal ada   lah hari ke dua puluh kondisi badan su­
            Allah yang Maha kuasa segalanya.    dah lebih baik. Sujud syukur aku laku­
               Siang itu juga kami  mengatur diri di   kan karena Allah telah mengembalikan
            rumah, aku bersama anakku berada da­  kesehatanku dan anakku. Doa dan
            lam satu kamar terpisah dengan yang   dukungan semua saudara dan teman
            lain.  Suamiku  menjelaskan  keadaan   telah membantu mengembalikan kes­
            kami kepada anak­anak yang lain, agar   ehatanku. Di hari ke dua puluh itu pun
            mereka menjaga diri dari kontak den­  kami meninggalkan Balikpapan, untuk
            gan kami begitu juga dari orang lain di   menempati rumah baru di Samarinda.
            sekitar rumah.                         Begitulah Allah memberikan jalan
               MasyaaAllah tabaarakallah,... se­  keluar bagi manusia, kadang kita me­
            telah keluarga, tetangga, dan teman   lihatnya sebagai musibah tapi ternyata
            tahu kalau kami harus isolasi mandiri,   di dalamnya ada rahasia keagunganN­
            tidak kami sangka banyak sekali kiri­  ya yang hendak disampaikan kepada
            man makanan, minuman dan buah ber­  sang  hamba  yang  mengaku  beriman
            datangan, baik yang siap makan mau­  kepada takdirNya. Sungguh benar­be­
            pun yang mentah. Saya kaget sekali   nar Allah mempunyai cara bagaimana
            saat mau ke kamar mandi melewati    memberi kita rezeki, tugas kita hanya
            ruang tamu, melihat kondisi ruang tamu   mengimani.*



             20  MULIA | Dzulhijjah 1442/Agustus 2021
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29