Page 21 - E-MODUL MITA
P. 21
Kegiatan survey dan pemetaan pada dasarnya terdiri atas tiga bagian
besar, yaitu pengukuran kerangka dasar vertikal (KDV), pengukuran
kerangka dasar horizontal (KDH) dan pengukuran titik-titik detail. Dalam
perencanaan bangunan sipil (misalnya perencanaan bangunan, jembatan,
jalan raya, irigasi dan lainnya) dan pertambangan. Secara umum tujuan
pekerjaan survey adalah untuk:
1) Menetukan posisi sembarang bentuk yang berbeda diatas permukaan
bumi
2) Menentukan letak ketinggian (elevasi) segala sesuatu yangberbeda di
atas atau di bawah suatu bidang yang berpedoman pada bidang
permukaan air laut tenang.
3) Menentukan bentuk atau relief permukaan tanah beserta luasnya
4) Menentukan Panjang, arah, dan posisi dari suatu garis yang terdapat
diatas permukaan bumi yang merupakan batas dari suatu areal tertentu.
4. Ilmu Ukur Tanah
a. Pengertian Ilmu Ukur Tanah
Ilmu ukur tanah adalah suatu cabang dari keilmuan Geodesi yang
khusus mempelajari sebagian kecil dari permukaan bumi dengan cara
melakukan pengukuran (surveying) guna mendapatkan hasil akhir
sebuah peta. Pengukuran ini dilakukan terhadap detail-detail alam
maupun buatan manusia yang meliputi posisi horizontal (x,y) dan juga
posisi secara vertikal (z). Sedangkan Geodesi sendiri mencakup kajian
dan pengukuran yang jauh lebih luas. Bukan hanya sekedar pemetaan dan
penentuan posisi di darat namun juga di udara dan di laut dalam berbagai
keperluan. Termasuk di dalamnya berupa analisis dan pengambilan
keputusan serta perhitungan-perhitungan secara statistik adalah sedikit
dari ranah Geodesi dalam pengukuran dan pemetaan.
MODUL DASAR-DASAR SURVEY DAN PEMETAAN
14
BY. MITA DWI PUTRI