Page 22 - E-MODUL MITA
P. 22
b. Jenis Pengukuran dalam Ilmu Ukur Tanah
Pengukuran atau pemetaan setidaknya dapat kita bedakan dan
kategorikan ke dalam beberapa bagian. Kegiatan dalam pengukuran
dikelompokkan berdasarkan cakupan alam, tujuan, serta luas cakupan
dari pengukuran itu sendiri. Pengukuran berdasarkan cakupan elemen
alam. Pengelompokan pengukuran dalam kategori ini diantaranya adalah
sebagai berikut:
1) Pengukuran Daratan (Land Surveying)
Pada pengukuran daratan terbagi beberapa kategori
pengukuran lainnya seperti pengukuran topografi, pengukuran
kadaster, pengukuran teknik sipil serta pengukuran kota.
2) Pengukuran Perairan (Marine or hydrographic surveying)
Kegiatan pengukuran yang termasuk kategori ini antara lain
pengukuran muka dasar laut, pengukuran pasang surut, pengukuran
untuk kegiatan pembuatan pelabuhan dan reklamasi.
3) Pengukuran Astronomi (Astronomical Surveying)
Merupakan kegiatan pengukuran untuk menetukan posisi di
muka bumi dengan melakukan pengukuran terhadap benda-benda di
langit.
Pengelompokan pengukuran berdasarkan tujuannya yaitu
pengukuran untuk keperluan teknik sipil, pengukuran untuk keperluan
militer, pengukuran untuk pertambangan, pengukuran geologi dan
pengukuran arkeologi. Pengukuran berdasarkan luas cakupan area
pengukuran, kategori ini dibagi menjadi dua bagian diantaranya adalah
pengukuran area kecil dan pengukuran area besar.
1) Pengukuran area kecil, adalah area dengan luasan di bawah 37 km x
37 km. karena pada pengukuran area ini rupa bumi dianggap datar
sehingga unsur kelengkungannya dapat diabaikan. Pengukuran ini
juga dikenal dengan istilah plane surveying.
MODUL DASAR-DASAR SURVEY DAN PEMETAAN
15
BY. MITA DWI PUTRI