Page 24 - E-MODUL ALAT OPTIK
P. 24
Ketika kita ingin melihat benda yang jauh, otot siliaris pada mata
akan mengendur. Hal ini menyebabkan sistem lensa kornea berada
pada panjang fokus maksimum sekitar 2,5 cm (jarak dari kornea ke
retina). Namun, jika benda didekatkan, otot siliaris akan
meningkatkan kelengkungan lensa, mengurangi panjang fokus, dan
menyebabkan bayangan difokuskan ke retina. Proses ini disebut
akomodasi, di mana kelengkungan lensa berubah untuk
menyesuaikan fokus dengan jarak objek yang diamati.
Jarak terdekat di mana lensa memfokuskan cahaya agar jatuh
tepat di retina disebut titik dekat. Ketika benda didekatkan lebih
dekat ke mata, lensa tidak dapat memfokuskan cahaya dengan baik,
menyebabkan bayangan menjadi kabur karena cahaya tidak jatuh di
retina. Titik dekat bervariasi antar individu dan berubah seiring
pertambahan usia. Sebagai contoh, seseorang berusia 10 tahun
memiliki titik dekat sekitar 7 cm di depan mata, sementara
seseorang berusia 60 tahun memiliki titik dekat sekitar 200 cm.
C. Alat dan Bahan
1. Meteran/penggaris
2. Lembar baca
D. Prosedur Percobaan
1. Setiap anggota kelompok menjadi subjek pengukuran titik jauh
mata. Pastikan setiap anggota kelompok tidak menggunakan
kacamata atau lensa kontak selama percobaan.
2. Persiapkan meteran atau penggaris untuk mengukur jarak. Atur
jarak dengan kelipatan 10 cm (10 cm, 20 cm, 30 cm, dst.).
3. Subjek berdiri pada jarak awal yang telah ditentukan (misalnya, 10
cm). Letakkan tulisan berukuran jelas di hadapan subjek. Pastikan
tulisan mudah terbaca.
18
E-MODUL FISIKA BERBASIS SAINTIFIK