Page 197 - CERPEN 9A - Copy
P. 197
skil Vallio dalam hal membunuh sudah di atas rata rata, ia tak punya jalan selain
mendekatkan diri pada dunia mafia, Vallio sudah terlanjur kotor oleh dunia mafia,
Saat berada di casino milik vanitas, ada sekelompok orang bersenjata yang
masuk dan membuat kerusuhan disana, mengetahui hal tersebut Vallio dan anggota
vanitas lainnya berusaha kabur dari casino, saat mereka berhasil menjauh dari casino,
beberapa menit kemudian casino tersebut meledak, Vallio pun bergegas ke markas
vanitas untuk melaporkan kejadian tersebut pada pimpinan vanitas.
"Apa yang terjadi, mengapa kau sangat panik Vallio?" ucap lio pimpinan vanitas,
lalu Vallio menjawab "Casino milik kita diserang sekelompok orang bersenjata, casino
meledak tanpa sisa" tiba tiba anggota yang berhasil kabur dengan Vallio berkata "ITU
ULAHH BENEQLI BOS!!"ucap anggota lainnnya, mengetahui hal tersebut lio sangat
marah dan membanting kursi yang ada di depannya, lio berkata "YUSAQQ HATI
HATI AJA KAU, HABIS KAU DI TANGAN KU" sontak Vallio terkejut
mendengar kata yusaq tetapi ia hanya diam, lio memerintahkan saluruh vanitas
berkumpul untuk membahas rencana membalas perlakuan beneqli, tetapi Vallio
akhirnya pergi menyusup sendiri ke beneqli, ia membunuh beberapa orang yang
menjaga markas beneqli dengan satu mata pisau, saat masuk ke markas beneqli
ternyata tidak ada orang tetapi ia melihat struktur organisasi beneqli ini, ternyata
prediksi Vallio benar bahwa ke 3 pelaku pembunuh keluarganya di satu organisasi
yang sama yaitu beneqli.
Keesokan hari nya saat berjalan di sekitaran taman ia mulai berfikir apa alasan
orang yang mengirimi surat ini mau memberi tahu nya nama orang yang membunuh
keluarganya, terlebih lagi dari mana ia tau bahwa Vallio adalah anak yang kabur saat
kejadian tersebut, tiba tiba ada seseorang yang menabrak Vallio karena jalan terburu
buru " maafkan aku, aku tidak sengaja apa kau baik baik saja?" jawab Vallio "ya" Vallio
melihat lambang beneqli di leher sebelah kanannya lalu org tersebut pergi, Vallio yang
penasaran dengan orang beneqli tersebut akhirnya mengikutinya, sesampainya ia ke
197

