Page 202 - CERPEN 9A - Copy
P. 202

Iman dalam kegelapan



                      Alfredo, Dior, Lauren, Hansen, Michael adalah orang yang menyukai membuat

              video horor. Suatu hari, mereka berlima pergi ke gereja terbengkalai untuk membuat

              video  horor  ,  yang  katanya  gereja  terbengkalai  itu  ada  Mahluk  tak  kasat  mata yang

              mendiami tempat itu.

                      Mereka  pun  pergi  ke  tempat  itu.  Di  tengah  perjalanan,  Alfredo,  Lauren,

              Hansen,  Dan  Michael  sedang  asik  mengobrol.  Tidak  dengan  Dior  yang  sedang

              termenung,  tiba  –  tiba  ia  melihat  dari  luar  jendela  kaca  mobil  ada  seseorang  yang
              kulitnya pucat dan berpakaian lusuh, orang itu menatap Dior dengan tajam. Dior pun


              terbangun, ternyata itu hanya mimpinya Dior.
                      “Dior  kamu  kenapa?  Kok  ekspresi  wajah  mu  seperti  orang  ketakutan?  Atau


              kamu bermimpi hal - hal yang aneh?” tanya lauren “sebenarnya, aku tadi bermimpi
              melihat seseorang yang kulitnya pucat, berpakaian lusuh dan dia menatap ku dengan


              tajam,  hanya  itu  saja  yang  bisa  ku  ceritakan..”  jawab  Dior  “Kira  –  kira  orang  yang
              kamu  temui  di  mimpi  mu  itu  apakah  kamu  pernah  bertemu  dengan  dia?”  tanya


              Michael  “Belum,  aku  belum  pernah  bertemu  dengannya,  baru  pertama  kali  aku
              melihatnya” jawab Dior “Mungkin orang itu berkaitan dengan tempat yang kita tuju


              saat ini” kata Alfredo.
                      Mereka pun terus melanjutkan perjalanan hingga mereka sampai ke gereja yang


              terbengkalai  itu.  Mereka  tiba  di  gereja  terbengkalai  pada  jam  setengah  9  malam,
              suasana  sudah  sangat  gelap.  Mereka  mempersiapkan  peralatan  untuk  pembuatan


              video horor.
                      “Kita harus hati-hati di sini, mungkin benar ada sesuatu,” kata Hansen. Mereka


              mulai  menjelajahi  gereja  dengan  kamera  dan  senter,  mencari  momen  yang
              menegangkan.Saat  mereka  menjelajahi  gereja,  suasana  semakin  terasa  mencekam.


              Lauren memperhatikan suara-suara aneh, sementara Alfredo mencoba menciptakan


                                                                                                           202
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207