Page 203 - CERPEN 9A - Copy
P. 203
ketegangan dengan efek suara. Tiba-tiba, lampu di sekitar mereka berkedip-kedip.
“Ada apa ini?” ujar Michael, ketegangan mulai terasa nyata.Mereka terdiam sejenak
ketika mendengar suara langkah kaki di koridor gelap gereja. Dior merasa kembali
merinding seperti dalam mimpinya tadi. “Kita tidak sendirian di sini, guys,” ucapnya
pelan. Mereka berusaha mencari sumber suara tanpa kehilangan fokus pada rekaman
video horor mereka.Tiba-tiba, sebuah pintu berderak pelan di ujung koridor.
Mereka berlima saling memandang, ragu antara ingin melanjutkan eksplorasi
atau berbalik arah. “Siapa yang membuka pintu itu?” tanya Lauren dengan suara
berbisik. Hansen mencoba memanggil, “Jika ada yang di sana, tunjukkan dirimu!”
Tetapi, hanya keheningan yang menjawab.Mereka memutuskan untuk melanjutkan ke
arah pintu yang tadi berderak. Dior masih merasa cemas, mengingat mimpinya yang
begitu mirip dengan situasi sekarang. Saat pintu terbuka, mereka melihat ruangan
gelap yang penuh dengan patung-patung usang. “Ini terlalu menyeramkan, guys.
Apa kita yakin ingin terus?” ujar Alfredo dengan wajah agak ragu.Namun,
mereka memutuskan untuk melanjutkan dan memeriksa lebih lanjut ruangan tersebut.
Saat mereka mendekati salah satu patung, lampu-lampu di sekitarnya tiba-tiba padam.
Hanya suara napas mereka yang terdengar di kegelapan. “Ini benar-benar
membuat bulu kuduk berdiri,” kata Michael. Tiba-tiba, terdengar suara bisikan yang
membuat mereka semua terkejut. “Keluar dari sini sekarang!”Mereka segera bergegas
keluar dari ruangan itu, melewati koridor gelap. Suara bisikan semakin intens,
menciptakan atmosfer yang semakin menakutkan. Lauren menyadari bahwa mereka
tidak sendirian, “Ada sesuatu di sini, kita harus cepat pergi!”
Mereka memutuskan untuk meninggalkan gereja terbengkalai, berusaha keluar
secepat mungkin.Dengan langkah tergesa-gesa, mereka mencapai pintu utama gereja.
Namun, ketika hendak membuka pintu, terdengar suara tertawa mengejek dari
baliknya. Hansen mencoba membuka pintu dengan keras, tetapi pintu tidak
bergeming. “Kita terjebak di sini, apa yang harus kita lakukan?” ujar Dior, cemas.
203

