Page 198 - CERPEN 9A - Copy
P. 198

suatu  rumah  kumuh  Vallio  hanya  bisa  menunggu  di  jarak  yang  lumayan  jauh,  dan

              ketika  orang  tersebut  sudah  pergi,  ia  pun  menghampiri  rumah  tersebut,  dengat

              berbekal jarum besi Vallio bisa membuka kunci rumah tersebut Vallio terkejut jika

              rumah kumuh seperti ini tersimpan obat obatan terlarang yang sangat banyak, Vallio

              berniat  untuk  membakar  rumah  tersebut  dan  rumah  itu  terbakar  habis,  Vallio

              membawa  beberapa  tas  berisi  obat,  ia  berniat  untuk  menjualnya  untuk  membeli

              beberapa senapan.

                      Dimulailah  saat  pembalasan  vanitas  kepada  beneqli,  semua  anggota  vanitas

              beserta  beneqli  bersiap  siap,  vanitas  mendatangi  markas  beneqli  dan  langsung
              menyerbu  beneqli,  sesaat  vanitas  berhasil  masuk  ke  markas  vanitas,  mereka  semua


              terkena jebakan oleh beneqli sebab di markas beneqli banyak bom tersimpan, alhasil
              sebagian anggota vanitas mati terkena bom yang dibuat beneqli, Vallio tidak mengikuti


              anggota yang lainnya tetapi ia hanya menunggu moment dimana beneqli memasuki
              jebakan yang dibuat oleh nya, diwaktu bersamaan Vallio melihat yusaq yang berusaha


              kabur, Vallio yang emosi melihatnya langsung menembakan senapan ke kaki yusaq,
              yusaq  terjatuh  terkapar,  setelah  Vallio  menembak  ia  pun  menghampiri  yusaq  dan


              menendang kepala nya.
                      Yusaq dibawa ke suatu ruangan dan menyiksanya, Vanitas dalam bahaya karena


              banyak anggota vanitas yang tewas, walau pun beneqli meninggalkan markasnya tetapi
              banyak bom yang tersimpan dan itu adalah ide dari yusaq sendiri, Vallio tidak peduli


              dengan vanitas karena ia sudah mendapatkan pemimpin beneqli, michael dan vanno
              yang menyadari bahwa yusaq tidak ada ikut bersama mereka, keduanya pun langsung


              balik dan mencari yusaq, mereka panik bahwa yusaq akan tertangkap dengan vanitas.
                      Sesampainya, mereka terus berlari dan memanggil yusaq, michael melihat ada


              bercak darah dan darah seretan yang menuju ke suatu ruangan, michael dan vanno
              pun menghampiri ruangan sempit itu, alangkah terkejutnya mereka saat melihat yusaq


              dalam keadaan yang mengenaskan, yusaq dipenuhi oleh darah, mereka berdua masuk


                                                                                                           198
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203