Page 651 - Gabungan
P. 651
"Irama Shinta memang membawa akibatnya sendiri. Media juga
kadang tidak terlalu sopan padanya," kata Hassan.
"Kalau seseorang tidak menghargai dirinya sendiri, bagaimana
orang lain bisa menghargainya? Koran-koran hiburan sering
memberitakan kabar hilangnya Irama Shinta. Belakangan ini
bagaimana, Anna? Apakah Irama Shinta hilang lagi?" tanya Bai
Wenhao.
"Bukan begitu?! Awalnya aku tidak mau peduli dengannya. Aku
dan dia masing-masing punya jalan hidup sendiri. Tapi dua malam
lalu, ibuku menelepon dan bertanya apakah aku melihat Irama Shinta?
Sudah lebih dari sepuluh hari dia tidak pulang ke rumah!"
Hassan Widodo, mantan kolonel, memandangi piagam "Keluarga
Teladan dalam Perencanaan Keluarga" yang tergantung di dinding.
Dua hari sebelumnya, dia sudah membaca berita di koran tentang
Presiden yang menerima 16 pasang suami-istri dan memberikan
mereka piagam penghargaan atas partisipasi mereka dalam program
keluarga berencana. Pasangan Bai Wenhao adalah salah satunya.
Hassan Widodo berkata kepada Bai Wenhao:
"Saudara Wenhao! Kalian sungguh beruntung bisa berjabat
tangan dan berbicara langsung dengan Presiden di Istana Merdeka.
Aku, Hassan, sudah lebih dari 30 tahun mengabdi di Angkatan Darat,
bertemu Presiden sih pernah, tapi belum pernah sekalipun berjabat
651

