Page 647 - Gabungan
P. 647
Johnny digiring oleh dua polisi ke dalam mobil tahanan. Kepalanya
tertunduk, tanpa suara. Bai Wenxiong memberinya sebuah cincin
berlian, tapi ia tidak memberikannya pada Irama Shinta. Irama Shinta
sudah lama menjadi mainannya. Ia terus mengincar berapa banyak
harta yang dimiliki Irama Shinta. Irama Shinta sendiri juga cerdik,
tidak pernah membocorkan rahasia kekayaannya. Johnny memutar
otak, akhirnya menemukan sebuah rencana. Di satu sisi, ia ingin
mengeruk keuntungan dari Bai Bowen, di sisi lain, ia juga ingin
membuat Irama Shinta menyingkap harta berharganya.
Cincin berlian merah muda itu benar-benar permata yang luar
biasa. Saat Johnny melihatnya, matanya langsung terpana. Bai
Bowen sebenarnya mudah ditaklukkan, tapi siapa sangka di tengah
jalan muncul Bai Wenxiong yang menghalangi. Johnny sudah tahu
betapa tangguh Bai Wenxiong. Mengetahui kekuatan lawan, ia
memilih mundur. Masalah pun selesai dengan mudah, bahkan ia
mendapat hadiah cincin berlian dari Bai Wenxiong sebagai kenang-
kenangan.
Namun, berlian merah muda langka milik Irama Shinta tetap
menjadi target Johnny. Keesokan harinya setelah bertemu Bai
Wenxiong, Johnny mengajak Irama Shinta jalan-jalan ke luar kota
dengan mobil. Di sebuah kamar motel, mereka bercanda, bertengkar,
lalu berbaikan lagi. Malamnya, Johnny membawa Irama Shinta ke
647

