Page 692 - Gabungan
P. 692

semakin bersemangatlah ia. Ia merasa tidak sekadar menari untuk


            hiburan,  tetapi  melalui  tangan,  kaki,  dan  gerakannya,  ia  sedang


            menuliskan pujian cinta yang agung. Ia yakin kisah cinta Romeo dan


            Juliet  bukan  hanya  tentang  dua  insan,  melainkan  mewakili


            perdamaian  dan  persahabatan  antar  manusia.  Mengapa  keluarga


            Romeo  dan  Juliet  tidak  bisa  mengubah  permusuhan  menjadi


            persahabatan?  Yenni  merasa  telah  melakukan  sesuatu  yang


            bermakna—yang  ia  pentaskan  dan  puji  bukan  sekadar  kisah  cinta


            sepasang kekasih, melainkan sebuah kidah cinta yang mengharukan!


                Pada  akhir  fragmen  ini,  Romeo  memeluk  pinggang  Juliet,


            sementara  Juliet  larut  dalam  pelukan  sang  kekasih.  Yenni  berdiri


            dengan  ujung  kaki  kanannya  menyentuh  lantai,  kaki  panjangnya


            terentang  lurus  dengan  sedikit  melengkung  ke  atas,  pinggangnya

            bersandar pada lengkungan lengan Hana Budiman, sementara kedua


            tangannya  terentang  dan  terpisah  di  atas  kepala.  Hana  Budiman


            berdiri kokoh dengan kaki terbuka lebar, satu tangannya terangkat ke


            samping. Para fotografer ramai-ramai mengabadikan pose indah ini.


                Tiba-tiba,  Hana  Budiman  merasakan  tubuh  Yenni  di  lengannya


            menjadi sangat berat, hampir terjatuh. Dengan sigap ia menggunakan


            kedua tangannya untuk menyangga tubuh Yenni yang kelelahan.


                Penonton di bawah panggung terkejut melihat kedua tangan dan


            kaki Yenni yang sedikit terangkat perlahan terkulai lemas, tubuhnya

                                                           692
   687   688   689   690   691   692   693   694   695   696   697