Page 689 - Gabungan
P. 689
yang berkerut. Bai Wenjie dan Yenni berdiri di sampingnya,
menyangga lengan tua sambil terus bernyanyi bersama.
Usai lagu kedua berakhir, tepuk tangan bergemuruh tak kunjung
reda dari panggung hingga penonton. Batas antara pemain dan
penonton seolah menghilang. Gelombang patriotisme telah
menyatukan semua hati.
Tirai panggung perlahan turun. Suasana berangsur tenang. Ketika
tirai terbuka kembali, enam penari wanita dengan langkah gemulai
mengibas-ngibaskan kipas kertas bermotif bunga, menampilkan
Tarian Kipas yang memukau.
Kemudian tibalah puncak acara malam itu: tiga fragmen dari balet
“Romeo dan Juliet”. Bai Wenying sendiri memimpin iringan piano. Di
bawah alunan indah piano, Yenni sebagai Juliet muncul dengan
langkah ringan bak burung layang-layang. Kisah cinta terlarang
antara dua keluarga bermusuhan ini digambarkan melalui gerakan
penuh makna.
Hana Budiman yang berperan sebagai Romeo tampil dengan
kesan gagah nan anggun. Yenni yang larut dalam perannya menari
dengan harmonis bersama Hana, seolah melupakan kondisi
kesehatannya. Iringan piano dan biola menyempurnakan
pengalaman audio penonton yang terpaku dalam keheningan.
Dr. Emil mengamati panggung dengan cemas. Ia terkejut melihat
689

