Page 686 - Gabungan
P. 686

Tak takut samudera nan luas.


                Berkorban bagi umat manusia,


                Wujudkan harapan mulia.


                Wahai pemuda, hai pemuda,


                Kami bersorak, kami bernyanyi!


                Lantangkan tekad baja,


                Nyanyikan cita-cita kami!"


                Yenni dan Bai Wenjie menyanyikan lagu itu dua kali. Suara mereka


            yang penuh kekuatan dan penjiwaan menyentuh hati para penonton.


            Usai  bernyanyi,  mereka  membungkuk  dalam-dalam,  disambut


            gemuruh tepuk tangan yang menggema di seluruh ruangan.


                Ketika Bai Wenjie berbalik hendak meninggalkan panggung, tepuk


            tangan  justru  semakin  keras.  Ia  berhenti,  menatap  Yenni  yang

            tersenyum  sambil  memberi  isyarat  -  bisakah  mereka  menyanyikan


            satu lagu lagi?


                Tiba-tiba  sebuah  ide  melintas  di  benak  Bai  Wenjie:  “Bengawan


            Solo”. Lagu indah nan syahdu yang telah populer selama 40 tahun ini


            telah menyebar ke berbagai negara dan menyentuh jutaan hati. Saat


            kuliah di Amerika dulu, ia sering menyanyikan versi Inggris lagu ini di


            halaman  asrama  bersama  teman-teman,  bahkan  membuat  orang-


            orang yang lewat ikut berhenti mendengarkan.


                Baru-baru  ini,  sebuah  berita  mengejutkan  muncul  di  koran  -

                                                           686
   681   682   683   684   685   686   687   688   689   690   691