Page 691 - Gabungan
P. 691
"Tidak! Kita sudah janji tiga fragmen pada penonton. Masak mau
menipu mereka?" bantah Yenni.
"Aku tidak mau lanjut! Kalau kamu mau terus, silakan sendiri!" seru
Hana Budiman tiba-tiba, matanya berkaca-kaca memandang Dr. Emil
dan Bai Wenying memohon dukungan.
Yenni mengguncang-guncang bahu Hana: "Apa yang terjadi
denganmu, Kak Hana? Kau tak pernah mundur seperti ini!"
Hana diam seribu bahasa, air matanya hampir tumpah.
"Wenjie! Beri aku kekuatan!" Yenni menggenggam erat tangan Bai
Wenjie.
Bai Wenjie terlalu terharu hingga tidak bisa berkata-kata. Matanya
terus berkedip, kedua tangannya yang besar dan kuat menggenggam
erat kedua tangan Yenni yang halus, membuat Yenni merasakan
aliran kehangatan yang langsung menembus hatinya. Dalam situasi
seperti ini, Bai Wenying terpaksa memerintahkan untuk membuka tirai
panggung.
Dr. Emir menyaksikan Yenni berlari keluar panggung seperti
seekor rusa kecil. Ia seolah merasa kehilangan sesuatu, hatinya
dipenuhi perasaan hampa. Sebagai dokter yang berpengalaman, Dr.
Emir teringat pada kotak P3K di mobilnya dan segera berbalik menuju
tempat parkir.
Gerakan tarian Yenni semakin mempesona. Semakin menari,
691

