Page 681 - Gabungan
P. 681
pedang anggar, sayangnya aku tidak jadi belajar anggar."
"Kalau begitu, Nona Zhou Lijuan ini benar-benar gadis yang penuh
perhatian!" kata Bai Wenjie.
"Benar sekali! Nanti kalau sudah bertemu, kamu pasti akan
berkesan baik padanya," sahut Yenni.
"Yenni, ballet itu olahraga yang melelahkan. Siang ini kamu harus
tidur sebentar, biar malam nanti tetap segar," saran Bai Wenjie.
"Baik!" jawab Yenni.
Acara "Malam Pentas Amal Bantuan Korban Letusan Gunung
Karunggon" dibuka dalam suasana hangat. Tujuh ratus tiket
undangan terjual habis dengan harga masing-masing Rp10.000, dan
tamu-tamu masih antusias menyumbang secara sukarela. Dua meja
pengumpulan dana di pintu masuk ramai didatangi para dermawan.
Tepat pukul tujuh malam, semua undangan telah duduk rapi.
Wartawan dari beberapa surat kabar besar dan stasiun televisi
nasional juga hadir. Melihat kondisi kesehatan Yenni yang semakin
menurun, Bai Wenying sengaja menyewa fotografer profesional
seharga Rp300.000 untuk merekam aktivitas Yenni di panggung dan
belakang panggung dengan film 8mm.
Panggung diterangi cahaya terang. Bai Wenying berdiri di atas
panggung dengan riasan sederhana namun memesona, mendekati
mikrofon, dan tersenyum ramah pada penonton:
681

