Page 678 - Gabungan
P. 678

Bai  Wenjie  turun  ke  bawah  dan  mengangkat  telepon.  Suara


            ayahnya, Bai Datou, terdengar di seberang.


                "Selamat pagi, Ayah!"


                "Wenjie! Kakakmu di mana?"


                "Kakak sudah  pergi sejak  pagi. Hari ini  dia sangat sibuk, acara


            amal malam ini dia yang jadi pembawa acara."


                "Wenjie, yang selalu kukhawatirkan adalah kondisi Yenni. Jangan


            sampai  pertunjukan  malam  ini  membuatnya  terlalu  lelah.  Beritahu


            kakakmu: kurangi porsi penampilan Yenni!"


                "Ayah, tenang saja. Pasti akan kusampaikan pada Kakak."


                "Kemarin ibumu telepon, katanya sekitar dua minggu lagi dia akan


            berangkat ke Nanyang. Sayang sekali dia tidak bisa datang hari ini.


            Andai ibumu bisa melihat pertunjukan Nona Yenni malam ini, pasti dia

            sangat senang."


                "Benar!"  Bai  Wenjie  terpengaruh  oleh  suasana,  lalu  setelah


            beberapa  saat  berkata:  "Ayah!  Nanti  malam  aku  akan  menjemput


            Ayah untuk menghadiri acara!"


                "Oh,  tidak  perlu!  Malam  ini  aku  akan  pergi  bersama  pasangan


            Untung Budiman. Kamu cukup antar Yenni dan Hana saja, tidak perlu


            berputar-putar."


                "Baik," jawab  Bai Wenjie sambil meletakkan gagang telepon. Ia


            melihat Yenni dan Hana Budiman turun dari lantai atas, lalu berkata:

                                                           678
   673   674   675   676   677   678   679   680   681   682   683