Page 674 - Gabungan
P. 674
Yenni yang mengikuti, baru seru! Seperti kata pepatah: suami
menyanyi, istri mengikuti!"
"Apa maksudmu 'suami menyanyi, istri mengikuti'? Dasar
bicaramu!" protes Yenni.
"Lagi-lagi malu-malu! Bukannya kalian berdua sudah bilang,
setelah Tante Lani datang dari Hong Kong ke Nanyang, kalian akan
mengadakan pertunangan? Ngapain malu?" kata Hana Budiman
dengan santai.
Bai Wenjie tersenyum memandang Yenni. Pipi Yenni memerah.
"Kak Yenni, untuk drama balet “Romeo dan Juliet” malam ini,
menurutku cukup dua bagian saja, tidak perlu tiga. Aku yang jadi
Romeo tidak masalah, tapi kamu sebagai Juliet perannya berat. Aku
khawatir fisikmu tidak kuat," kata Hana Budiman.
"Tidak apa-apa, Kak Hana! Aku akan bertahan. Kalau hanya dua
bagian, penonton pasti kurang puas. Bagian mana yang mau kamu
hilangkan? Sulit memilih. “Romeo dan Juliet” adalah kisah cinta, juga
kisah perseteruan dua keluarga. Di zaman sekarang, menyerukan
kerukunan antarindividu, antarkeluarga, antarras, antarmazhab, dan
antarbangsa, saling memahami, bersama-sama membangun negara
dan meningkatkan kehidupan rakyat—mementaskan “Romeo dan
Juliet” sebagai seruan untuk mengubah permusuhan menjadi
perdamaian punya makna penting. Aku pernah memerankan Juliet,
674

