Page 677 - Gabungan
P. 677
Lixian, yang kuliah di Amerika, menikah dengan teman sekelasnya—
seorang keturunan Tionghoa Thailand—lalu menetap di sana dan
tidak kembali ke Nanyang. Kakek Zhou takut Lijuan juga menikah dan
tinggal di luar negeri, jadi dia melarang Lijuan pacaran di sana. Setiap
liburan dua kali setahun, Lijuan harus pulang ke Nanyang. Tapi di sini,
orang-orang melihat kekayaan Kakek Zhou dan kecantikan serta
kepintaran Lijuan, lalu merasa minder dan menganggapnya tidak
terjangkau. Sampai sekarang, Kakek Zhou belum bisa menemukan
pasangan yang cocok untuk cucunya."
"Seperti kata orang Hong Kong: 'Setiap keluarga punya
masalahnya sendiri!'" kata Bai Wenjie.
"Lho? Kamu juga punya masalah?" Hana Budiman menggoda Bai
Wenjie.
"Mungkin hanya Tuhan yang tidak punya masalah," jawab Bai
Wenjie dengan nada santai.
"Salah! Tuhan justru paling banyak masalah! Insinyur besar, tidak
percaya? Di dunia penuh dosa ini, ada begitu banyak bencana, rakyat
jelata menderita berbagai kesengsaraan. Tuhan yang mengasihi
manusia, mana mungkin tidak ikut susah?" kata Hana Budiman.
"Dasar mulutmu tajam, aku tidak bisa melawan omonganmu," kata
Bai Wenjie pada Hana Budiman.
Telepon di ruang tamu berdering.
677

