Page 680 - Gabungan
P. 680
"Dasar penyiar kecil!" gerutu Yenni dengan manja.
"Lho? Apa aku salah? Kak Yenni! Lihat, Kak Lijuan dalam suratnya
mengucapkan selamat atas keberhasilan cintamu!" kata Hana.
"Aku tidak mau lagi, kalian bersekutu menggodaku!" protes Yenni.
"Sudah, tenang, tenang! Baca terus," kata Hana.
Yenni terus membaca, dan tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. Ia
menatap Bai Wenjie: "Kak Lijuan bilang, sekarang di luar negeri
sedang demam panda. Di toko mainan ada banyak boneka 'Panda
Tiongkok' yang lucu. Katanya dia akan membawakanku satu boneka
panda besar!"
"Dia menganggapmu masih anak kecil," kata Bai Wenjie sambil
tertawa.
"Iya kan?! Sejak umur tujuh tahun pertama kali menerima boneka
dari Kak Lijuan saat Natal, sampai sekarang tidak terhitung berapa
banyak mainan yang sudah dia berikan padaku!" kata Yenni.
"Bukankah begitu? Itu hanya sebagian kecil saja!" Hana Putiman
menunjuk ke rak mainan di ruang tamu yang dipenuhi boneka.
"Lijuan juga memberimu boneka?" tanya Bai Wenjie pada Hana
Putiman.
"Tidak! Dia tahu aku suka mainan anak laki-laki," jawab Hana
sambil menunjuk pedang di dinding,
"Nah, itu hadiah dari Kak Lijuan. Dia juga memberiku helm dan
680

