Page 675 - Gabungan
P. 675
Zhou Lijuan juga pernah. Dia dan Kak Hana kerjasamanya bagus.
Sayangnya dia sedang kuliah di Amerika, jadi tidak bisa ikut malam
ini," kata Yenni.
"Zhou Lijuan? Teman kalian?" tanya Bai Wenjie.
"Ya. Dia sebentar lagi pulang untuk menjenguk keluarga. Setiap
kali pulang, dia selalu mencariku. Nanti akan kukenalkan padamu. Dia
cucu dari Zhou Youliang, lulusan terbaik Oxford University. Meski
berasal dari keluarga kaya, dia tidak pernah memandang rendah
orang miskin. Dia sangat disukai, bisa akur dengan semua orang. Di
sekolah, dia adalah bunga kampus—cantik, rajin, hangat, dan tidak
sombong seperti kebanyakan bunga kampus lainnya," jelas Yenni.
"Yenni, kalau begitu, Zhou Lijuan ini sempurna dong?" Bai Wenjie
tertawa.
"Bisa dibilang begitu," jawab Yenni.
"Kalau begitu, lain waktu harus berkenalan dengannya," kata Bai
Wenjie.
"Jangan-jangan setelah kenal Lijuan, Kak Yenni jadi terlupakan,"
kata Hana Budiman sambil membuat muka lucu.
"Ah, ngomong apa kamu? Apa aku ini orang yang gampang
berubah hati?" kata Bai Wenjie.
"Aku sih tidak mempermasalahkan itu. Ayo, kita ke lantai atas! Aku
punya banyak foto pemberian Zhou Lijuan," kata Yenni.
675

