Page 672 - Gabungan
P. 672
Bab 17 Bantuan untuk Korban Bencana
Hari ini adalah hari yang tak terlupakan bagi Yenni. Pagi-pagi, Bai
Wenjie kembali dari olahraga pagi dan melihat Yenni duduk
beristirahat di taman, mengenakan jubah santai.
"Selamat pagi!" Bai Wenjie membalas salamnya, lalu berdiri di
samping Yenni sambil memperhatikannya. Wajah Yenni terlihat agak
pucat, dan tubuhnya tampak lebih kurus dari sebelumnya.
Bai Wenjie teringat penjelasan Dr. Emil dua hari lalu kepada dirinya
dan Bai Wenying tentang kondisi kesehatan Yenni belakangan ini.
Hatinya dipenuhi kesedihan. Leukemia Yenni sempat membaik
setelah menjalani terapi "pemanasan darah", tetapi efeknya perlahan
menghilang. Belakangan ini, jumlah sel darah putihnya meningkat
drastis.
Bai Wenjie diam-diam berdiri di samping Yenni. Yenni mengangkat
kepalanya perlahan dan menatapnya. Bai Wenjie tidak tahu harus
berkata apa, akhirnya hanya bertanya, "Katanya perwakilan dari
'Panitia Bantuan Korban Letusan Gunung Karunggon' Kementerian
Sosial akan hadir di acara amal malam ini, ya?"
"Ya. Kak Wenying berencana mengadakan upacara donasi
terlebih dahulu. Dia memintaku menyerahkan langsung sumbangan
sebesar 37,5 juta rupiah dari pameran lukisan amal kepada
672

