Page 710 - Gabungan
P. 710
tak berdaya. Tadi ia sempat ingin berkata pada dokter: "Selamatkan
istriku! Apa pun peralatan yang kurang di ruangan ini, akan
kusumbangkan!" Tapi kesempatan itu tak ada.
Ia menutup mata rapat-rapat, berusaha tidak melihat pintu itu, tidak
memikirkan apa pun. Tapi pikiran bagai kuda liar yang tak bisa
dikendalikan.
Bai Zhongwu teringat pada sekretarisnya, Nerawati. Apakah ada
hubungan antara bunuh diri istrinya dengan kepergian wanita itu?
Ingatannya melayang ke kejadian 2-3 jam sebelumnya...
Pukul tujuh pagi tadi, Bai Zhongwu pergi ke pabrik tekstil "Karlina".
Setelah memastikan sosialisasi tentang gerhana berjalan baik dan
produksi tetap lancar, ia masuk ke kantornya.
Ruang kerjanya yang tidak besar terasa lengang. Sejak Nerawati
mengundurkan diri seminggu lalu, meja sekretaris itu tetap kosong.
Sulit mencari pengganti yang cocok.
Bai Zhongwu teringat kejadian sebulan lalu—kematian putranya,
luka-luka istrinya—pukulan berat baginya. Bagi Nerawati yang adalah
kekasih Bai Xifan, kepergian pemuda itu bagai petir di siang bolong.
Seminggu lalu, dengan wajah muram, Nerawati mengundurkan diri.
"Aku ingin pergi dari tempat yang menyedihkan ini," katanya.
Kepergian Nirovati seperti kehilangan tangan kanan bagi Bai
Zhongwu. Tapi mengingat hubungannya dengan putranya, ia memilih
710

