Page 8 - KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN HIDUP (K3LH) - Copy
P. 8

III.   LAMPIRAN-LAMPIRAN

                                                  RINGKASAN MATERI

                  A.  Dasar Hukum Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
                           Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Yang
                      diatur oleh Undang-Undang ini adalah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik
                      di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di
                      dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

                  B.  Pengertian K3LH
                           K3LH adalah singkatan dari “Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup”
                      yaitu mengenai program kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup pada suatu
                      perusahaan atau pada suatu instansi lain yang mempunyai banyak tenaga kerja/karyawan.
                           Definisi k3LH yang lainnya adalah suatu upaya perlindungan agar karyawan/tenaga
                      kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaannya di tempat
                      kerja termasuk juga orang lain yang memasuki tempat kerja maupun proses produk dapat
                      secara aman dalam produksinya.

                  C.  Tujuan K3LH
                      1.  Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk
                           kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi dan produktivitas nasional
                      2.  Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja tersebut
                      3.  Memeliharan sumber produksi agar dapat digunakan secara aman dan efisien

                  D.  Sasaran K3LH
                      1.  Mencegah terjadi kecelakaan saat bekerja.
                      2.  Mencegah penyakit di tempat pekerjaan.
                      3.  Mencegah terjadinya kematian.
                      4.  Mencegah atau mengurangi cacat tetap/permanen.
                      5.  Mengamankan material konstruksi pemakaian berbagai macam alat kerja dan lain-lain.
                      6.  Meningkatkan  kondisitas  kerja  tanpa  memeras  tenaga  kerja  dan  juga  menjamin
                           kehidupan produktifnya.
                      7.  Mencegah  pemborosan  tenaga  kerja,  modal,  alat  ataupun  sumber-sumber  produksi
                           yang lainnya.
                      8.  Menjamin  tempat  berkerja  yang  sehat,  bersih,  nyaman  dan  aman  sehingga  dapat
                           menimbulkan semangat ketika kerja.
                      9.  Memperlancar, meningkatkan, mengamankan produksi industri dan pembangunan.
                           Dari  sasaran  diatas  tadi  maka  keselamatan  kerja  di  bagi  kedalam  3  (tiga)  bagian
                      diantaranya: manusia, benda, dan lingkungan.

                  E.  Faktor-faktor Pendukung Keselamatan Kerja yaitu:
                      1.  Pengaturan jam kerja dengan memperhatikan kondisi fit untuk pekerja
                      2.  Pengaturan jam istirahat yang memadai untuk menjaga kestabilan untuk bekerja
                      3.  Pengaturan Penggunaan peralatan kantor yang menjamin kesehatan kerja pekerja
                      4.  Pengaturan  Sikap  tubuh  dan  anggota  badan  yang  efektif  yang  tidak  menimbulkan
                           gangguan ketika bekerja
                      5.  Penyediaan sarana untuk melindungi keselamatan kerja pekerja
                      6.  Kedisiplinan  pekerja  untuk  mentaati  ketentuan  penggunaan  peralatan  kerja  dan
                           perlindungan  keselamatan  kerja  yang  telah  disediakan  dan  diatur  dengan  SOP
                           (Standard Operating Prosedur) yang telah ditetapkan


                                                               5
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13