Page 434 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 434

Suatu hari, seperti biasa Gajadean mengirimkan upeti ke
           Ternate. Setelah menyerahkan upeti itu, ia pun berpamitan dan
           hendak pulang ke Tobelo.

              “Terompahku, di mana terompahku?” tanyanya kebingungan.
           Dia mencari alas kakinya yang hilang.
              Semua orang jadi ribut, termasuk permaisuri Sultan Jafar

           Nuh.
              “Terompah apa?”
              “Terompahku yang berhiaskan berlian dan permata!” teriak
           Gajadean.
              Akhirnya, Gajadean pulang tanpa terompahnya. Dalam hati,

           dia mencurigai Sultan Jafar Nuh yang mencuri terompahnya.
              “Dia pasti iri melihat kemakmuran wilayahku,” gumamnya.








































                                                                                       431
   429   430   431   432   433   434   435   436   437   438   439