Page 435 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 435

Gajadean semakin yakin bahwa Sultan Jafar
                         Nuh yang mencuri terompahnya. Dia lalu menyusun
                         rencana untuk membalas kelakuan kakak iparnya itu.

                            Dia memerintahkan kedua kapitan kepercayaannya
                         untuk mengumpulkan semua sampah yang paling
                         menjijikkan di Tobelo dan memasukkannya dalam
                         guci-guci yang biasa dia pakai untuk mengirim upeti

                         ke Ternate.
                            Tahun berikutnya, Gajadean kembali mengunjungi
                         Ternate. Dia membawa guci-guci berisi sampah
                         busuk yang telah dikumpulkannya selama setahun.

                            Sultan Jafar Nuh menyambutnya dengan baik.
                       Sedikit pun beliau tak curiga bahwa adik iparnya itu
        menaruh dendam padanya.
           Setelah berbasa-basi, Sultan Gajadean berpamitan pulang.

           Saat itulah Sultan Jafar Nuh membuka guci-guci itu.
           “Astaga, busuk sekali baunya. Apa gerangan yang ada di dalam
        guci itu?” teriak Sultan Jafar Nuh sambil menutup hidungnya.
        Perutnya terasa mual mencium bau dari guci-guci itu. Para

        pengawal segera memeriksa isi guci-guci tersebut. “Sampah yang
        sudah membusuk, Sultan.” jawab mereka.





















       432
   430   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440