Page 440 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 440

Rusa lari dengan santai. Tak
                                                  lupa dia mengolok Kelomang.

                                                      “Menyerah sajalah, kau tak
                                                   mungkin menang!”
                                                       Kelomang hanya
                                                   tersenyum. Rusa pun berlari

                                                  cepat meninggalkannya.
                                                    Tak terasa, rusa telah tiba
                                               di perhentian pertama. Dia
                                              lalu menoleh ke belakang dan

                                            tersenyum. “Pasti si kelomang
                                          masih jauh di belakang.”
                                           “Siapa bilang aku masih di
                                     belakang?” tiba-tiba terdengar jawaban

                                    Kelomang. Sebenarnya, itu bukan si
                                     pemimpin Kelomang, melainkan temannya
                                       yang menunggu di perhentian pertama.
                                             Rusa amat terkejut. Dia heran,

                                            bagaimana lawan larinya yang kecil
                                                itu bisa ada di depannya?






















                                                                                       437
   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445