Page 443 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 443

Tubuh Yongker terpental. Ular itu menghilang. Hanya ada
          seorang kakek yang berdiri di hadapannya. Wajah kakek itu
          terlihat marah.

             “Siapa kau? Dan apa yang kau lakukan di sini?” teriaknya
          pada Yongker.
             Dengan gemetar, Yongker menjawab, “Namaku Yongker. Aku
          ada di sini untuk mencari kayu bakar. Itulah pekerjaanku sehari-
          hari, sejak ayah dan ibuku meninggal.”

             Kakek itu memandangi Yongker. Sekarang, wajahnya tak
          terlihat marah lagi.
             “Tapi, ingatlah. Jangan sampai kau merusak dan menggunduli

          hutan ini,” pintanya.
             Yongker mengangguk setuju.
             Kakek itu lalu mencabut sepotong bulu atau bambu dari
          pohon yang tiba-tiba muncul di belakang Yongker.
             Kakek itu mengibaskan bulu itu ke seluruh badan Yongker.

                                     “Sekarang, tubuhmu telah kulindungi dari
                                            serangan hewan buas dan orang
                                                 jahat,” kata kakek itu.
























       440
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448